PBA UNIK Cipasung Gelar kuliah tamu: Dialektika Bahasa Arab Perspektif Interdisipliner untuk Pengembangan Ilmu Bahasa

Cipasung - Dalam upaya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, Prodi PBA Universitas Islam KH Ruhiat (UNIK) Cipasung menghadirkan kembali program Visiting Lecturer pada mata kuliah Fiqh Lughah. Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Teori Generatif dan Pragmatik dalam Rekonstruksi Fiqh al-Lughah untuk Pendidikan Bahasa Arab Modern”, sebuah topik yang relevan dengan kebutuhan pengembangan metodologi pengajaran bahasa Arab di era kontemporer.
Dalam rangka memperkaya wawasan mahasiswa, Prodi PBA UNIK Cipasung menghadirkan Al-Ustadz Dr. Pradibyo Herdiansyah, M.A., akademisi dan dosen PBA Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi. Menariknya, sebelum perkuliahan dimulai, pemateri yang juga dosen PBA UIMSYA Banyuwangi menyampaikan empat poin penting terkait materi yang akan disampaikan, di antaranya adalah: relevansi fiqh al-lughah klasik dengan kebutuhan pendidikan bahasa Arab modern, kontribusi teori generatif dalam rekonstruksi fiqh al-lughah, kontribusi teori pragmatik dalam melengkapi aspek penggunaan bahasa pada konteks pendidikan bahasa Arab, dan integrasi teori generatif dan pragmatik dalam menghasilkan model rekonstruksi fiqh al-lughah yang sesuai untuk pendidikan bahasa Arab modern.
Perkuliahan yang dilaksanakan pada hari senin 1 Desember 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh 60 mahasiswa. Penyampaian materi kuliah dimulai dari pukul 09.30 sampai dengan selesai. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi berlangsung, baik dalam bentuk pertanyaan maupun diskusi yang mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat mampu memantik rasa ingin tahu sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap integrasi teori linguistik dengan praktik pendidikan bahasa.

Dalam kuliahnya Dr. Pradibyo Herdiansyah, M.A., menyampaikan sebuah analogi yang sangat mudah dimengerti, dengan mengumpamakan Bahasa ibarat sebuah tumpukan Gunung Es di lautan. Bahasa memiliki 2 struktur, struktur luar dan struktur dalam. Beliau mengingatkan bahwa kita jangan sampai terjebak di puncak gunung Es saja, karena Internal ice layer atau bagian es yang menjulur ke lautan bagian dalam ukurannya bahkan lebih besar dari apa yang muncul di permukaan. Begitu pun kajian tentang bahasa, tidak cukup hanya dengan menghafal I‘rab dan Tashrif, tetapi lupa mengajarkan “Bagaimana berpikir dalam Bahasa Arab?” dan “Bagaimana bertindak dengan Bahasa Arab?”.
Belia juga menuturkan bahwa Malakah lughawiyah pada hakikatnya dapat dicapai melalui penguatan kompetensi berbahasa sekaligus peningkatan performa penggunaannya. Bahasa tidak berhenti pada sekadar peniruan mekanis layaknya burung beo, melainkan menjadi sarana kreatif untuk melahirkan makna baru. Kajian ini disajikan secara komprehensif dengan menguraikan Analisis Generatif dan Analisis Pragmatik sebagai landasan rekonstruksi Fiqh al-Lughah, sekaligus menawarkan metode pembelajaran yang sistematis untuk mendukung pencapaian tersebut.
Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, PBA UNIK Cipasung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif, agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan tanpa melupakan aspek kedalaman materi kajian. Selain memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pengajaran bahasa Arab modern dengan landasan teoritis yang kuat dan aplikatif.

Komentar