Semangat PBA UNIK Cipasung Warnai MUSYWIL ITHLA DPW II 2025
Dengan nuansa syar’i yang kental dan atmosfer akademik yang kuat,
Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) ITHLA DPW II 2025 digelar selama dua hari penuh,
sejak Sabtu hingga Ahad, 14–16 November 2025. Musywil ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
tampil sebagai tuan rumah yang membanggakan, menghadirkan suasana ilmiah yang
semarak. Antusiasme peserta pun luar biasa, terbukti dari kehadiran delegasi
lebih dari 13 perguruan tinggi, mencerminkan komitmen tinggi
institusi-institusi di wilayah DPW II dalam memajukan organisasi Bahasa Arab.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung BKM, jantung Kota Bandung.
Rangkaian
Agenda: Dari Debat Intelektual hingga Penetapan Mandat
Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) ITHLA DPW II 2025 dibuka dengan penuh
khidmat dan semarak. Salah satu sesi awal yang langsung membangkitkan semangat
intelektual peserta adalah Seminar Debat Kebahasaan. Dalam forum ini,
mahasiswa dari berbagai kampus menunjukkan kepiawaian mereka dalam berdebat
menggunakan Bahasa Arab secara kritis dan argumentatif—membuktikan bahwa
kefasihan melafalkan huruf Dhad sejalan dengan kemampuan berpikir analitis.
Sorotan utama kegiatan ini terletak pada penyampaian Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus ITHLA DPW II Tahun 2025. Bertempat di Gedung
BKM Kota Bandung, para pengurus demisioner memaparkan capaian program,
tantangan yang dihadapi, serta rincian penggunaan anggaran secara terbuka.
Proses ini menjadi wujud nyata komitmen terhadap prinsip transparansi dan
akuntabilitas dalam tata kelola organisasi.
Puncak acara berlangsung pada hari Ahad, ditandai dengan penunjukan dan
pengukuhan Ketua Umum ITHLA DPW II untuk periode selanjutnya. Suasana sidang
begitu dinamis dan penuh ketegangan hingga akhirnya forum secara mufakat
menetapkan Sdr. Munirudin—delegasi dari Prodi PBA UIN Syekh Nurjati
Cirebon—sebagai nahkoda baru. Terpilihnya Munirudin membawa amanah besar untuk
melanjutkan estafet kepemimpinan dan memperkuat peran ITHLA di wilayah Jawa
Barat, Jakarta, dan Banten.
Ketua
panitia Musyawarah Wilayah DPW II ITHLA 2025 menyampaikan rasa syukur atas
kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung khidmat
di Kota Bandung. Dengan dukungan penuh dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
(BSA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai tuan rumah, acara ini menjadi
momentum penting yang mempertemukan 23 institusi dari tiga provinsi: Jawa
Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil dari
sinergi kolektif, dedikasi panitia, serta komitmen peserta dalam menjunjung
tinggi nilai-nilai organisasi. Meski menghadapi tantangan teknis dan
administratif, panitia mampu menyelenggarakan forum yang berkesan dan bermakna.
Secara
administratif, dari 13 instansi yang terdata, sembilan berhasil menyelesaikan
proses registrasi dan hadir secara aktif dalam forum. Hal ini menjadi capaian
yang patut diapresiasi mengingat dinamika organisasi yang kompleks. Panitia
juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang mungkin terjadi, namun
menekankan bahwa semangat kebersamaan dan integritas organisasi tetap menjadi
prioritas utama. Dari perspektif pengurus, Musywil ini menjadi ruang reflektif
yang penting, sekaligus melahirkan inovasi demokratis dalam pemilihan ketua
umum yang tidak lagi terpusat pada otoritas tunggal, melainkan melalui
mekanisme musyawarah forum yang transparan dan partisipatif.
Pengalaman
sebagai tuan rumah memberikan pembelajaran strategis tentang pentingnya
dukungan institusional yang saling menguatkan. Ke depan, diharapkan terbangun
pola kemitraan yang lebih aktif dan terstruktur antar pihak yang berafiliasi.
Meski demikian, panitia lokal menunjukkan kapasitas organisasi yang tangguh
melalui inisiatif branding dan optimalisasi manfaat kegiatan. Harapan besar pun
disampaikan kepada kepengurusan pusat agar mampu melakukan evaluasi menyeluruh,
meningkatkan profesionalisme, dan lebih responsif terhadap kebutuhan akar
rumput. Ketua panitia menutup dengan refleksi personal bahwa ITHLA bukan
sekadar organisasi, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk karakter dan
semangat perjuangan.
PBA
UNIK Cipasung mengambil bagian strategis dari struktur kepengurusan DPW II
ITHLA
Delegasi
dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIK Cipasung turut
berpartisipasi dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) ITHLA DPW II yang
diselenggarakan di Kota Bandung pada 15–16 November 2025. Kegiatan tahunan ini
merupakan agenda resmi Departemen Dalam Negeri ITHLA dan dipandu oleh panitia
pelaksana dari mahasiswa PBA dan BSA UIN Sunan Gunung Djati Bandung selaku tuan
rumah.
Keterlibatan
UNIK Cipasung dalam forum ini menjadi catatan membanggakan, mengingat salah
satu mahasiswanya dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Ketua
Departemen Dalam Negeri ITHLA DPW II—posisi yang memiliki tanggung jawab
utama dalam koordinasi dan pelaksanaan keseluruhan rangkaian Musywil. Agenda
inti kegiatan meliputi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program
kerja oleh seluruh pengurus DPW II serta proses pemilihan Ketua Umum untuk
periode selanjutnya.
Selain
sesi-sesi formal yang bersifat organisatoris, Musywil juga dirancang dengan
pendekatan rekreatif melalui kegiatan rihlah di kawasan Braga. Hal ini menjadi
ruang relaksasi sekaligus penguatan jejaring antar peserta, menciptakan
keseimbangan antara dinamika organisasi dan nuansa kebersamaan yang hangat.Epilog:
Menutup Rapat di Jantung Sejarah
Acara ditutup dengan momen healing
yang instagrammable dan penuh makna sejarah: "Hiling-Hiling" di
kawasan Braga, Kota Bandung. Kawasan heritage yang kental dengan nuansa
Tempo Doeloe ini menjadi lokasi perpisahan dan perkenalan bagi pengurus baru
dan lama. Rihlah ini bukan sekadar wisata, melainkan simbolisasi bahwa ITHLA
juga dekat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya.
Komentar