PHBA 2025: PBA UNIK Cipasung Gelar Seminar Nasional Bersama UIN KHAS Jember, UPI Bandung & IAI Al Aziz

Singaparna - Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik dan budaya yang melibatkan kolaborasi tiga kampus besar: UIN KHAS Jember, UPI Bandung, dan IAI Al Aziz Indramayu. Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan bahasa Arab di era teknologi. Andriana, Lc., M.Pd.I, selaku Kaprodi PBA UNIK Cipasung, pada sambutannya di awal acara puncak PHBA menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh Narasumber, tamu undangan, dan peserta seminar. Beliau menuturkan bahwa ada tiga kegiatan utama digelar oleh prodi PBA UNIK Cipasung, yaitu Kaprodi Cup, Seminar Nasional, Launching dan Bedah Buku karya dosen UNIK. Kaprodi Cup sendiri menghadirkan kompetisi antar mahasiswa PBA dari tingkat 1 hingga tingkat 4, mulai dari lomba futsal, MQK, hingga cerdas cermat, yang semuanya bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas akademik mahasiswa dan sebagai sarana pengembangan minat bakat dan profesionalisme mahasiswa PBA UNIK Cipasung.
Puncak dari rangkaian acara PHBA ditandai dengan Seminar Nasional bertema “الحفاظ على اللغة العربية في عصر التكنولوجيا” atau “Melestarikan Bahasa Arab di Era Teknologi”. Seminar ini menghadirkan tiga pemateri utama, yaitu Dr. Asep Maulana, M.Pd. (UIN KHAS Jember), Dr. Cand. Hikmah Maulani, M.Pd. (UPI Bandung), dan Lita Lestari, M.Pd.I (UNIK Cipasung). Ketiganya memberikan perspektif yang kaya tentang tantangan dan strategi pelestarian bahasa Arab di tengah arus digitalisasi. Kehadiran para narasumber lintas kampus ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademik mampu menghasilkan gagasan segar dan relevan bagi dunia pendidikan bahasa Arab.
Wakil Rektor III UNIK Cipasung, Dr. Cand. Asep M. Tamam, M.Ag, menjadi keynote speaker pada seminar nasional tersebut. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa bahasa Arab bisa lestari dan akan terus lestari dengan hadirnya berbagai kegiatan akademik dan budaya yang tercipta di lingkungan kampus maupun masyarakat. Menurutnya, “Penelitian dan aktivitas produktif literasi digital bisa menjembatani antara tradisi keilmuan klasik dengan kebutuhan generasi modern. Dengan cara ini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai mata kuliah, tetapi juga dihidupkan sebagai bahasa ilmu dan komunikasi lintas zaman.”
Dalam presentasinya, Lita Lestari menekankan pentingnya lingkungan bahasa sebagai benteng utama dalam menjaga keberlangsungan bahasa Arab. Ia menyampaikan, “Lingkungan bahasa menjadi kunci pelestarian bahasa Arab, karena digitalisasi mengubah cara belajar dan berkomunikasi. Tanpa lingkungan yang kondusif, bahasa akan kehilangan ruhnya.” Sementara itu, Hikmah Maulani menyoroti peran penelitian ilmiah dalam memperkuat posisi bahasa Arab di ranah akademik internasional. Ia menegaskan, “Mahasiswa bukan hanya konsumen ilmu, tetapi produsen pengetahuan. Penelitian dan publikasi di jurnal bereputasi adalah jalan untuk menunjukkan bahwa bahasa Arab memiliki relevansi global.” Pandangan ini memberikan dorongan besar bagi mahasiswa untuk aktif meneliti dan menulis.
Adapun Dr. Asep Maulana menguraikan strategi pembelajaran bahasa Arab di era teknologi modern dengan pendekatan integratif. Ia menekankan konsep TPACK, CALL, dan MALL sebagai instrumen penting dalam mengembangkan keterampilan berbahasa. Dalam paparannya, ia menyampaikan, “Teknologi bukan ancaman, melainkan sarana. Dengan strategi yang tepat, bahasa Arab dapat diajarkan secara lebih efektif dan menarik, bahkan kepada generasi digital native.” Kutipan ini menjadi refleksi bahwa inovasi pedagogis adalah kunci agar bahasa Arab tetap relevan di tengah derasnya arus globalisasi.
Rektor UNIK Cipasung, KH Abdul Chobir, MT, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antar kampus merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan akademik sekaligus memperluas pengaruh bahasa Arab di Indonesia. “Kami menyambut baik kerjasama ini. Kehadiran UIN KHAS Jember, UPI Bandung, dan IAI Al Aziz menunjukkan bahwa bahasa Arab bukan hanya milik satu institusi, tetapi milik umat. Dengan seminar nasional ini, kita membuktikan bahwa bahasa Arab mampu berdialog dengan teknologi dan zaman,” ujar beliau penuh semangat.
Dengan rangkaian kegiatan yang meriah dan penuh makna, PHBA UNIK Cipasung berhasil menghadirkan momentum berharga bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat akademik. Perayaan Hari Bahasa Arab Sedunia 2025 ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, budaya, dan peradaban di era teknologi.
![]() |
Penyerahan piala kepada pemenang lomba Kaprodi Cup![]() ![]() |






Komentar